Serunya Belajar Calistung, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Bantu Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi
Mahasiswa BBK 8 UNAIR tingkatkan literasi dan numerasi siswa SD Negeri Prasi melalui pembelajaran calistung yang interaktif dan menyenangkan
UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) Angkatan ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil melaksanakan program kerja berjudul “CAHAYA (Calistung untuk Harapan Generasi Berdaya)” pada Senin–Selasa (20–21/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Sekolah Dasar Negeri Prasi No. 12 yang berlokasi di Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sebagai bentuk upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pembelajaran baca, tulis, dan hitung (calistung) yang interaktif dan menyenangkan.
Program ini secara khusus menyasar siswa kelas 1 sekolah dasar yang berusia 7–8 tahun. Melalui Program pendampingan baca, tulis, dan hitung (calistung) yang dilaksanakan mahasiswa di Sekolah Dasar menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sejak usia dini. Kegiatan ini dikemas melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti setiap sesi. Selain memberikan materi dasar membaca, menulis, dan berhitung, mahasiswa juga mengajak siswa berlatih melalui permainan edukatif, latihan soal, dan pendampingan secara langsung sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Peningkatan Kemampuan Calistung melalui Modul Pembelajaran Interaktif
Mahasiswa menyelenggarakan pembelajaran menggunakan modul baca, tulis, dan menghitung (calistung) bagi siswa kelas satu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi melalui metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami. Siswa diajak berlatih mengenal huruf, membaca suku kata dan kalimat sederhana, menulis, serta menyelesaikan soal berhitung dasar dengan pendampingan langsung dari mahasiswa.
Respons siswa SD terhadap pelaksanaan program ini sangat positif dan penuh antusiasme. Selama proses pembelajaran, siswa aktif mengikuti setiap kegiatan, mulai dari membaca, menulis, hingga mengerjakan latihan berhitung yang terdapat dalam modul. Mahasiswa juga memberikan pendampingan secara individual kepada siswa yang masih mengalami kesulitan sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan baca, tulis, dan menghitung siswa semakin meningkat serta dapat menjadi bekal dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.
Pembelajaran Calistung Berikan Manfaat Nyata bagi Anak
Pelaksanaan pembelajaran melalui modul baca, tulis, dan menghitung (calistung) memberikan manfaat yang nyata bagi siswa SD. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, menulis dengan lebih rapi, serta menyelesaikan operasi hitung dasar sesuai dengan tingkat pembelajaran mereka. Pendampingan yang dilakukan secara langsung juga membantu siswa menjadi lebih percaya diri dalam mengikuti proses belajar di kelas.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh para siswa. Rafa, salah satu peserta kegiatan, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa KKN karena metode yang digunakan lebih menyenangkan, mudah dipahami, dan didukung dengan modul pembelajaran yang menarik.
“Saya mau belajar terus bersama kakak-kakak, karena materinya mudah dipahami dan banyak gambar yang bagus di dalam modul sehingga membuat saya lebih mudah untuk belajar,” tutur Rafa saat diwawancarai setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
Program pendampingan baca, tulis, dan hitung (calistung) yang dilaksanakan mahasiswa KKN di Sekolah Dasar merupakan bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pendampingan secara interaktif untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sebagai bekal dasar dalam proses pembelajaran. Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberikan kesempatan belajar yang lebih merata bagi siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan dasar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
#BBK8UNAIR #SDGsUNAIR #PRASI #PROBOLINGGO