BBK 8 UNAIR: Peningkatan Pengetahuan Ibu dan Keluarga tentang Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam Upaya Pencegahan Stunting
BBK 8 Unair menggelar sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya pencegahan Stunting di Kelurahan Sukorame, Gresik.
Sebagai wujud pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Belajar Komunitas Unair yang berlokasi di Kelurahan Sukorame, Gresik, menggelar sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya pencegahan stunting, serta berkolaborasi dengan pihak posyandu untuk melakukan pengecekan kesehatan rutin bagi ibu dan anak, dan juga lansia (20/07/2026).
Dalam sesi kegiatan tersebut, tiga mahasiswa dari berbagai fakultas turut ambil bagian sebagai pemateri, yakni Muhammad Adriano Imran Prakoso (FK 2022), Nindi Aisyah Syaputri (FKP 2023), serta Putri Kholifatur Rosyidah (FKM 2023). Ketiganya secara bergantian menyampaikan materi edukatif mengenai pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fase krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak, sekaligus strategi pencegahan stunting sejak dini. Materi ini disampaikan secara komprehensif dan interaktif, dengan sasaran utama para ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita, agar mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai gizi dan kesehatan anak. Kegiatan ini bertempat di balai RW 05, dengan materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan dan masa balita, pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang sesuai, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peran keluarga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal sejak awal kehidupan.
Adriano selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa penyuluhan ini dipilih karena masa 1000 HPK merupakan periode emas yang sangat krusial dan tidak dapat terulang kembali, di mana pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat pesat sehingga optimalisasi pada masa ini menentukan kualitas hidup anak di masa depan. "Kami melihat masih banyak ibu dan keluarga yang belum sepenuhnya memahami bahwa pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah fondasi utama untuk mencegah stunting," ujarnya.
Tingginya minat peserta dapat dilihat dengan partisipasi yang diberikan dalam menanggapi materi yang telah diberikan. Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana warga aktif bertanya dan berkonsultasi mengenai gizi MPASI yang perlu diberikan kepada balita dan bahaya dari stunting. Program ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi warga Kelurahan Sukorame untuk lebih peduli terhadap kebutuhan nutrisi anak. Hal ini sejalan dengan komitmen global dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SGDs ke-2, 3, dan 17.
Penulis : Nindi Aisyah Syaputri