SAPA DAPUR Hadir di Desa Nglambangan, Edukasi Ibu PKK Wujudkan Penyimpanan Pangan yang Aman
SAPA DAPUR (Sadar Penyimpanan Dapur) sebagai tujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai cara penyimpanan makanan yang aman
Keamanan pangan dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, salah satunya melalui penyimpanan makanan yang tepat. Berangkat dari pentingnya hal tersebut, Tim Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga yang bertempat di Desa Nglambangan menggelar kegiatan SAPA DAPUR (Sadar Penyimpanan Dapur) pada Jumat (17/7/2026) di Balai Desa Nglambangan. Kegiatan yang dihadiri oleh Ibu-Ibu PKK Desa Nglambangan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai cara penyimpanan makanan yang aman, higienis, dan sesuai sehingga kualitas gizi tetap terjaga sekaligus mendukung upaya pengurangan food waste.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai pembuka sesi penyuluhan. Pada sesi utama, dimulai menyampaikan materi mengenai pentingnya penyimpanan makanan yang tepat sebagai langkah sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga. Peserta diberikan pemahaman bahwa penyimpanan makanan yang benar dapat mempertahankan kandungan gizi, memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan, sekaligus mengurangi food waste. Materi yang disampaikan meliputi prinsip penyimpanan bahan makanan berdasarkan suhu ruang, chiller, dan freezer, serta cara menyimpan berbagai jenis bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan, daging, ayam, ikan, hingga makanan matang agar tetap segar dan aman dikonsumsi. Selain itu, peserta juga diajak mengenali berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan dalam penyimpanan makanan, seperti mencuci sayuran sebelum disimpan, mencampurkan daging mentah dengan makanan matang, hingga membekukan kembali daging yang telah mencair.
Suasana penyuluhan semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan penyimpanan bahan makanan di rumah agar lebih awet dan tidak mudah rusak. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan pentingnya memisahkan bahan makanan sesuai jenisnya, menggunakan wadah tertutup, menjaga kebersihan tempat penyimpanan. Setelah seluruh rangkaian materi dan sesi diskusi selesai, kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme selama mengikuti kegiatan SAPA DAPUR.
"Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa cara menyimpan makanan yang benar merupakan langkah sederhana untuk menjaga kualitas gizi, keamanan pangan, dan mengurangi pemborosan makanan." — Laura, Anggota BBK 8 UNAIR Desa Nglambangan
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berkesempatan menguji pemahaman mengenai materi yang telah disampaikan sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan penyimpanan makanan yang aman dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan SAPA DAPUR juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Materi yang disampaikan sejalan dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya menjaga kualitas dan ketahanan pangan rumah tangga, SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan pangan sehingga dapat mencegah penyakit akibat makanan yang tidak disimpan dengan baik, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi untuk mengurangi pemborosan makanan (food waste) dengan menerapkan penyimpanan pangan yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan SAPA DAPUR, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Desa Nglambangan berharap Ibu-Ibu PKK dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan sekaligus menyebarluaskan praktik penyimpanan makanan yang baik dan benar.
Berita ini mendukung SDGs 2, 3 dan 12
#SDG2 #SDG3 #SDG12 #GoodHealthandWellBeing #SDGsUNAIR