Dukung SGDs, Mahasiswa BBK Internasional di Mie Berkunjung ke Suzuka Chuo General Hospital
Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 International Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kunjungan ke Suzuka Chuo General Hospital
Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan rangkaian program pengabdian dan pembelajaran selama tiga belas hari di Prefektur Mie, Jepang. Memasuki hari ketiga kegiatan, Kamis (16/7/2026), sebanyak 24 mahasiswa dari berbagai fakultas bersama dosen pembimbing lapangan dan pihak LPMB selaku pendamping berkesempatan mengunjungi Suzuka Chuo General Hospital, salah satu rumah sakit rujukan medis regional di Kota Suzuka yang juga ditunjuk sebagai pusat layanan pengobatan kanker. Kegiatan diawali dengan sesi penyambutan dan perkenalan dari pihak rumah sakit Kota Suzuka. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak memperkenalkan institusi masing-masing sebagai langkah awal untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama pada masa mendatang.
Usai sesi perkenalan, peserta BBK diajak berkeliling rumah sakit untuk mengenal sistem pelayanan kesehatan di Jepang. Tur dimulai dari bagian admisi, kemudian dilanjutkan ke Instalasi Gawat Darurat (Emergency Room/ER). Meskipun aktivitas di ER terlihat padat, seluruh pelayanan berjalan kondusif. "Kami menerima sekitar 9.000 pasien gawat darurat per tahunnya," jelas dokter dan residen yang mendampingi jalannya tur. Sebagian besar kasus yang ditangani berkaitan dengan penyakit serebrovaskular (CVA), sedangkan kasus trauma relatif lebih sedikit. Rombongan kemudian mengunjungi unit medical check-up yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi pasien lanjut usia. Selanjutnya, peserta melihat bangsal paliatif yang mengedepankan kenyamanan pasien. Mahasiswa dapat melihat berbagai dekorasi dan pesan dukungan emosional dari keluarga pasien dalam mendukung proses penyembuhan pasien.
Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah ruang rehabilitasi yang dirancang menyerupai suasana rumah, lengkap dengan kasur tatami khas Jepang. Konsep ini membantu pasien beradaptasi kembali dengan aktivitas sehari-hari sebelum kembali ke lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, kunjungan juga mencakup laboratorium medik yang memiliki sistem pemeriksaan cepat dengan hasil yang dapat diperoleh dalam waktu sekitar 12 menit, menunjukkan hebatnya efisiensi teknologi diagnostik.
Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai sistem pelayanan rumah sakit di Jepang, mulai dari teknologi medis, tata kelola layanan, hingga pendekatan yang berpusat pada pasien. Pengalaman tersebut bermanfaat bagi peserta dari berbagai fakultas sekaligus menegaskan pentingnya penghormatan terhadap privasi pasien dalam pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, BBK Internasional UNAIR memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari praktik pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kualitas layanan dan kesejahteraan pasien. Selain itu, interaksi dengan berbagai profesi kesehatan serta institusi di Jepang turut memperluas wawasan mengenai pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pengembangan pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan inovasi yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan, sekaligus mencerminkan nilai-nilai yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 3 (Good Health and Well-being) dan tujuan 17 (Partnership for the Goals).