Detail Artikel

Mahasiswa BBK 8 Internasional UNAIR Pelajari Sistem Pendidikan dan Layanan Kesehatan Jepang melalui Kunjungan ke Mie University dan Mie University Hospital, Dukung SDGs 3, 4, dan 17

AURELL ZIHAN AZAHRA (Mahasiswa) AYESHA TSABITAH (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Mahasiswa BBK 8 Internasional UNAIR Pelajari Sistem Pendidikan dan Layanan Kesehatan Jepang melalui Kunjungan ke Mie University dan Mie University Hospital, Dukung SDGs 3, 4, dan 17

Mahasiswa BBK 8 Internasional UNAIR mempelajari sistem pendidikan dan layanan kesehatan Jepang melalui kunjungan ke Mie University

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional 8, 24 orang mahasiswa Universitas Airlangga melakukan kunjungan ke Mie University pada 15 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan mengunjungi Gedung Bioresources yang dipandu oleh Kimura-sensei. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan mengenal berbagai fasilitas penelitian yang mendukung inovasi ilmiah dan pengembangan akademik. Selain itu, para mahasiswa juga berdiskusi dengan mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan S2 dan S3 dari berbagai jurusan asal Indonesia dan Malaysia mengenai sistem akademik, budaya riset, serta peluang melanjutkan studi dan memperoleh beasiswa di Mie University.

Mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari sistem layanan kesehatan Jepang melalui kunjungan edukatif ke Mie University Hospital. Kegiatan diawali dengan mengunjungi helipad yang berada di atap rumah sakit, di mana mahasiswa mengobservasi secara langsung kondisi di dalam helikopter dalam menangani keadaan darurat. Helikopter dapat menampung kurang lebih enam orang dengan prioritas satu orang dokter, perawat, dan teknisi. 

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Departemen Bedah. Taonga Kim Mbewe, MD, MRCS, dan Mitsunaga Narushima, MD, PhD, FACS, memperkenalkan layanan bedah yang tersedia di Mie University Hospital dengan mengajak para mahasiswa mengobservasi langsung di dalam ruang dan lorong operasi. Dokter Kim menjelaskan secara menyeluruh alur pengoperasian, mulai dari asesmen sebelum operasi (pre-operation), persiapan ruang operasi, dan perawatan hingga pemulihan kesadaran pasien. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan khusus yang digunakan di ruang operasi seperti teknologi Da Vinci, serta penerapan protokol steril yang ketat guna meminimalkan risiko infeksi.

Kegiatan dilanjutkan dengan lecture singkat mengenai bedah mikro (microsurgery). Pemaparan membahas penanganan pasien dengan cedera tangan berat maupun replantasi. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai sistem kesehatan masyarakat di Jepang melalui pemaparan mengenai sistem surveilans infectious disease yang dipresentasikan oleh Hajime Kamiya MD, MPH, PhD. “Saya seorang dokter spesialis anak, dan saya menangani banyak pasien leukemia. Mereka berhasil bertahan hidup, tetapi sistem kekebalan tubuh mereka hancur. Karena itu, mereka lebih rentan terkena penyakit infeksi. Bagi saya, ini tidak adil.” tutur Professor Kamiya saat memulai presentasinya. Hal itulah yang mendorongnya untuk menekuni bidang penyakit infeksi. Dedikasinya membawanya mengunjungi berbagai bagian Indonesia, termasuk Makassar, Jawa, dan Bali, yang merupakan wilayah dengan beban penyakit infeksi yang tinggi. 

Rangkaian kegiatan di Mie University ditutup dengan Welcome Party yang diselenggarakan oleh mahasiswa internasional. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman mengenai kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus memperkenalkan budaya dari masing-masing negara. Suasana hangat dan penuh keakraban semakin terasa melalui sesi membuat origami bersama serta kesempatan mencicipi berbagai kudapan tradisional Jepang. Interaksi tersebut turut mempererat hubungan antar peserta sekaligus memperluas jejaring internasional di kalangan mahasiswa.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui penguatan kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, serta pembelajaran lintas budaya di bidang pendidikan dan kesehatan.