Detail Artikel

Angkat Potensi Wisata Lokal, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Promosikan Ekowisata Susur Sungai

NASYWA FALIHAH SURYONO PUTRI (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Angkat Potensi Wisata Lokal, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Promosikan Ekowisata Susur Sungai

Mahasiswa BBK 8 UNAIR mempromosikan Ekowisata Susur Sungai untuk meningkatkan potensi wisata dan perekonomian masyarakat pesisir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK) Angkatan ke-8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja "Explore Ekowisata Susur Sungai" sebagai upaya mengangkat potensi wisata lokal di Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Program ini bertujuan memperkenalkan Ekowisata Susur Sungai kepada masyarakat luas melalui promosi digital sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan, pengambilan dokumentasi foto dan video, serta wawancara bersama pengelola wisata. Seluruh materi kemudian dikemas menjadi konten promosi digital yang diunggah melalui akun Instagram dan TikTok @bbk8unair_kejawanputih, sehingga masyarakat dapat mengenal daya tarik wisata dan keindahan ekosistem mangrove. Melalui program Explore Ekowisata Susur Sungai, mahasiswa BBK UNAIR berharap destinasi ini semakin dikenal sebagai salah satu wisata berbasis lingkungan di Kota Surabaya.

Hidden Gem Berbasis Ekowisata

Ekowisata Susur Sungai merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Ekowisata ini diresmikan oleh Wali Kota Surabaya pada 27 Juli 2023. Keindahan Sungai Kalibokor, hutan mangrove, serta keberagaman flora dan fauna menjadi daya tarik utama yang menjadikan lokasi ini sebagai salah satu hidden gem di Kota Surabaya.

Wisatawan akan diajak menyusuri Sungai Kalibokor menggunakan perahu hingga menuju muara. Selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati suasana sungai yang teduh, rimbunnya hutan mangrove, serta berkesempatan melihat berbagai jenis burung dan monyet ekor panjang yang hidup di kawasan tersebut. Pengalaman menikmati alam di tengah kawasan metropolitan menjadi nilai lebih yang ditawarkan destinasi ini.

Memberdayakan Nelayan dan UMKM Lokal

Pengelola sekaligus anggota Kelompok Nelayan Kampung Lestari, Pak Yasin, menjelaskan bahwa keberadaan wisata ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi bagi wisatawan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar. Para nelayan memanfaatkan perahu mereka untuk mengantarkan wisatawan menyusuri sungai hingga ke muara.

Selain menyuguhkan wisata alam, keberadaan destinasi ini juga membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM setempat. Dengan demikian, wisata susur sungai tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga mendukung peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.

Reservasi Menyesuaikan Pasang Surut Air Laut

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, kawasan Ekowisata Susur Sungai dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Namun, perjalanan menggunakan perahu menuju muara harus dilakukan melalui reservasi terlebih dahulu karena jadwal keberangkatan mengikuti kondisi pasang surut air laut.

"Kalau sekadar berkunjung buka dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Namun untuk naik perahu sampai ke muara harus reservasi dulu karena disesuaikan dengan pasang surut air laut. Jadwalnya tidak bisa dipastikan sehingga pengunjung perlu menghubungi contact person terlebih dahulu," jelas Pak Yasin.

Pak Yasin menambahkan bahwa biaya perjalanan susur sungai sebesar Rp25.000 per orang dengan ketentuan minimal keberangkatan lima orang. Apabila jumlah peserta kurang dari lima orang, pengunjung tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya minimal Rp125.000. Informasi reservasi dapat diperoleh dengan menghubungi Pak Yasin melalui nomor 0823-3788-3374.

Melalui program Explore Ekowisata Susur Sungai, mahasiswa BBK UNAIR berharap destinasi ini semakin dikenal sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, serta mendukung pencapaian SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDGs poin 11 (Sustainable Cities and Communities).