Detail Artikel

Kuatkan Identitas Kampung Kabaya, Mahasiswa BBK 8 Hadirkan GEMA Kabaya

TASYA NABILA NUR AZMI (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Kuatkan Identitas Kampung Kabaya, Mahasiswa BBK 8 Hadirkan GEMA Kabaya

Mahasiswa BBK 8 dukung digitalisasi Kampung Kabaya melalui program GEMA Kabaya sebagai wujud implementasi SDG 8

Sebagai wujud implementasi dari SDG 8: Decent Work and Economic Growth, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga kelompok Rangkah II melakukan kunjungan kepada para pelaku usaha di Kampung Kabaya (16/07/2026). Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari program GEMA Kabaya untuk bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat selama pelaksanaan BBK.

Kampung Kabaya yang dikenal sebagai sentra jasa menjahit ini berlokasi di RW 09, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Kampung ini merupakan salah satu potensi unggulan yang berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Berbagai macam pesanan, seperti rompi, seragam, gaun, kebaya, hingga tas dikerjakan secara teliti oleh para penjahit senior berpengalaman.

“Branding Kampung Kabaya ini memang terbentuknya baru setahun belakangan ini, tetapi usaha menjahitnya sudah sangat lama. Ada sekitar 10 orang yang sudah mulai menjahit sejak puluhan tahun lalu,” jelas Ibu Novi selaku Ketua RW 09.

Meskipun memiliki potensi besar, mayoritas dari para pelaku usaha di Kampung Kabaya masih mengandalkan pesanan dari pelanggan tetap. “Semenjak ada belanja online, jahitan banyak yang sepi. Rata-rata hanya mau permak. Kalaupun ada yang minta dijahitkan paling hanya 1 atau 2 orang saja, tidak seperti dulu,” ujar Ibu Rahayu yang turut merasakan dampak di era serba digital.

Oleh karena itu, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Kelompok Rangkah II mewujudkan semangat Kampus Berdampak dalam bidang ekonomi melalui GEMA Kabaya. Program ini menyasar pada digitalisasi identitas Kampung Kabaya sebagai sentra jasa menjahit agar lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas. Digitalisasi dilakukan dengan membuat media sosial Instagram untuk Kampung Kabaya yang akan diisi oleh konten-konten promosi. Media sosial yang telah dibuat nantinya akan dikelola oleh pemuda setempat agar program dapat terus berkelanjutan.

Selain itu, terdapat pula pemetaan lokasi usaha dan pembuatan katalog digital berisi produk-produk yang telah dibuat. Katalog tersebut akan dicantumkan di media sosial Kampung Kabaya, disertai dengan nomor kontak yang bisa dihubungi untuk proses pemesanan. Dengan demikian, diharapkan Kampung Kabaya dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai sentra jasa menjahit sehingga dapat meningkatkan perekonomian para pelaku usaha setempat.

Berita ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth #SDG8 #DecentWorkandEconomicGrowth #SDGsUNAIR