Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Berpartisipasi dalam Aksi Bersih Sungai Mangrove Bersama Sungai Watch Surabaya di Kelurahan Tambak Wedi, Kenjeran
Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga berpartisipasi dalam aksi bersih sungai mangrove bersama Sungai Watch guna menjaga lingkungan dan mencegah banjir.
Surabaya – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga turut berpartisipasi dalam kegiatan aksi bersih sungai mangrove yang diselenggarakan oleh Sungai Watch Surabaya di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara komunitas lingkungan, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sungai untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, Kader Surabaya Hebat (KSH), siswa-siswi SDN Gedung Cowek, SDN Kali Kedinding, dan SDN Tambak Wedi Surabaya, volunteer Sungai Watch Surabaya, serta warga sekitar. Sebelum aksi dimulai, seluruh peserta mendapatkan pengarahan mengenai kondisi kawasan mangrove, pentingnya menjaga kebersihan sungai, serta mekanisme pengumpulan sampah yang aman. Selanjutnya, para peserta menyusuri aliran sungai untuk mengangkat berbagai jenis sampah yang tersangkut di kawasan mangrove maupun yang mengendap di sepanjang bantaran sungai. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan jenisnya sebagai bagian dari proses pengelolaan yang lebih berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Camat Kenjeran mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. "Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mulailah dari hal sederhana, yaitu tidak membuang sampah sembarangan. Dengan sungai yang bersih, kita turut berupaya mencegah terjadinya banjir ketika musim hujan tiba" ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pembersihan kawasan mangrove, tetapi juga sebagai upaya preventif dalam menjaga kelancaran aliran sungai. Sampah yang menumpuk di badan sungai dapat menyumbat aliran air sehingga meningkatkan potensi terjadinya genangan maupun banjir ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, aksi bersih sungai menjadi langkah sederhana namun berdampak nyata dalam menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Partisipasi Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh Sungai Watch Surabaya. Selain berkontribusi dalam membersihkan kawasan sungai, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis komunitas serta kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan.0
Salah satu anggota Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, Alan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermakna sekaligus membawa manfaat bagi peserta dan lingkungan. "Kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi kesehatan kita melalui aktivitas fisik, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan" ujarnya.
Keikutsertaan Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Sungai Watch Surabaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi kebersihan kawasan mangrove di Kelurahan Tambak Wedi, tetapi juga menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, upaya menjaga kebersihan sungai serta mengurangi risiko banjir pada musim hujan diharapkan dapat terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.