Detail Artikel

Mahasiswa BBK-8 Unair Kenaikan PHBS dan Gali Kreativitas Siswa SDN 1 Demung

DIBY ARIESDA DITTO NICHIKAWA (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026

Mahasiswa BBK-8 Unair Demung mengedukasi PHBS, cuci tangan, dan 3M melalui daur ulang botol bekas guna meningkatkan kesehatan siswa

Pada Kamis (16/7/2026), mahasiswa BBK-8 Unair Kelompok 1  yang bertugas di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, telah melaksanakan program kerja aksi gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam upaya mengenalkan kebiasaan sehat dan mengasah kreativitas siswa-siswi SDN 1 Demung kelas 5-6 melalui edukasi tentang pentingnya mencuci tangan dan aksi 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang) dengan pemanfaatan/daur ulang botol plastik bekas menjadi barang berguna (tempat pensil/pot mini). Program kerja ini merupakan langkah nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDGs 3), Air Bersih dan Sanitasi Layak (SDGs 6), dan Kebersamaan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17). Langkah ini menjadi bukti komitmen Unair sebagai Kampus Berdampak yang membawa perubahan positif bagi anak-anak di SDN 1 Demung.

“Kegiatan edukasi interaktif PHBS ini dirancang khusus untuk memberikan pengenalan yang kuat bagi siswa mengenai pentingnya menjaga higienitas di lingkungan sekolah, serta meningkatkan kreativitas adik-adik lewat pemanfaatan botol plastik bekas dalam aksi pencegahan sarang jentik nyamuk. Kami percaya kebiasaan sehat dan daya pikir kreatif yang ditanamkan sejak dini akan menjadi modal berharga bagi masa depan,” tegas penanggung jawab kegiatan, R. Nurina Najmi Alisa.

Kegiatan pengenalan PHBS ini dimulai dengan materi cuci tangan enam langkah yang baik dan benar yang dikemas dalam edukasi dan demonstrasi interaktif singkat melalui kebiasaan mencuci tangan di waktu-waktu krusial, yang dikemas secara menyenangkan dalam program “KUMAN KABUR: Kebiasaan Mencuci Tangan Bersih dan Teratur”. Para siswa menunjukkan antusiasme luar biasa lewat keaktifan mereka dalam berinteraksi, praktik bersama, serta merespons setiap pertanyaan yang dilemparkan oleh tim mahasiswa BBK-8 Demung I.

Setelah materi cuci tangan selesai, dilanjutkan dengan materi aksi 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang) yang bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini mengenai bahaya sarang nyamuk, mengedukasi penerapan poin "Mendaur Ulang" dalam gerakan 3M, serta melatih kreativitas siswa dalam mengolah limbah plastik domestik berupa botol plastik bekas yang diubah menjadi barang yang berguna kembali (pot bunga atau tempat pensil) dalam program “SOBAT 3M: Siswa Sekolah Bebas Jentik, Aktif Gerakan”. Para siswa terlihat begitu fokus dan bersemangat dalam aktivitas membuat kerajinan dari botol bekas. Mata mereka tertuju pada tangan mereka sendiri saat merangkai komponen yang menunjukkan minat yang mendalam.

“Kami sangat menerima dan mengapresiasi adanya kegiatan ini. Semangat dan kreativitas anak-anak juga begitu luar biasa. Kami sangat berharap kegiatan positif yang melibatkan lingkungan sekolah tidak cukup sampai di sini saja, melainkan ada keberlanjutan ke depannya," ujar Bapak Budi Darmawan, selaku guru mata pelajaran di SDN Demung 1.

Pemahaman siswa tentang pentingnya kebersihan tangan dan aksi 3M dipantau secara langsung melalui lembar pretest sebelum materi diberikan, serta posttest sesudahnya untuk mengevaluasi kemampuan mereka. Meskipun nilai yang ada belum menunjukkan kenaikan yang signifikan, tetapi pemahaman awal ini berhasil meletakkan fondasi pemahaman dasar yang kuat bagi siswa mengenai pentingnya menjaga higienitas di lingkungan sekolah dan memicu kreativitas siswa dalam memanfaatkan botol plastik bekas menjadi media edukasi kebersihan yang menarik.