BBK 8 Desa Tanggungan Kenalkan SI ROBI sebagai Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Biopori
BBK 8 Desa Tanggungan mengenalkan SI ROBI, inovasi biopori berbahan galon bekas untuk kompos organik dan resapan air.
Lamongan – Tim Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, melaksanakan sosialisasi SI ROBI (Sistem Resapan Organik Biopori) pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengenalkan inovasi pengelolaan sampah organik yang tidak hanya berfungsi meningkatkan resapan air, tetapi juga menghasilkan pupuk kompos organik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sosialisasi yang menyasar warga Desa Tanggungan, anggota PKK, serta Karang Taruna ini merupakan pertemuan pertama dari rangkaian program SI ROBI. Pada tahap awal, mahasiswa BBK 8 memberikan edukasi mengenai konsep dasar biopori, manfaat, cara kerja, serta mekanisme pelaksanaan program yang akan dilanjutkan dengan praktik pembuatan SI ROBI pada kegiatan berikutnya.
Berbeda dengan biopori pada umumnya yang menggunakan pipa PVC, program SI ROBI memanfaatkan galon bekas sebagai media utama. Inovasi ini dipilih untuk mengurangi limbah plastik, meningkatkan nilai guna barang bekas, sekaligus menekan biaya pembuatan sehingga lebih mudah diterapkan oleh masyarakat. Galon bekas tersebut nantinya akan dimodifikasi dan ditanam pada titik-titik tertentu untuk menampung sampah organik rumah tangga.
Dalam pemaparannya, mahasiswa BBK 8 menjelaskan bahwa sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur dapat dimasukkan ke dalam SI ROBI untuk kemudian terurai secara alami. Hasil penguraian tersebut akan menghasilkan pupuk kompos organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman maupun pekarangan warga. Selain itu, keberadaan lubang resapan juga membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan saat musim hujan.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai proses pengolahan sampah organik, pemanfaatan kompos, hingga penerapan SI ROBI di lingkungan rumah masing-masing. Salah satu peserta, Ibu Munziati, mengaku tertarik dengan inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengolahan sampah organik melalui sistem biopori merupakan hal baru yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Menurut saya, program biopori ini sangat menarik karena masih cukup baru dan belum banyak diketahui masyarakat. Saya juga baru tahu kalau galon bekas ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengolah limbah dapur menjadi kompos. Selama ini sampah organik biasanya hanya dibuang begitu saja. Melalui sosialisasi ini, saya jadi mendapat wawasan baru bahwa sampah rumah tangga sebenarnya masih bisa diolah dan memberikan manfaat bagi lingkungan," ujar Ibu Munziati.
Penanggung jawab program, Sakti dan Dhiya, menjelaskan bahwa SI ROBI tidak hanya berfokus pada pembuatan sistem resapan organik, tetapi juga pada keberlanjutan program setelah masa BBK berakhir. Untuk mendukung hal tersebut, tim BBK 8 akan mengembangkan sebuah website monitoring dan tracking SI ROBI yang nantinya dikelola oleh Karang Taruna Desa Tanggungan.
"Website ini dirancang sebagai sarana pemantauan perkembangan SI ROBI di Desa Tanggungan. Melalui platform tersebut, Karang Taruna dapat mendata, memonitor, dan memastikan program tetap berjalan secara berkelanjutan setelah kegiatan BBK selesai," jelas Sakti dan Dhiya.
Melalui program SI ROBI, BBK 8 Desa Tanggungan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik yang tepat sekaligus mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana menuju lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Berita ini mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities #SDGsUNAIR