Mahasiswa BBK 8 UNAIR Gelar Sosialisasi PHBS di SDN 02 Tempursari Melalui Program "TEBAR"
Mahasiswa BBK-8 UNAIR gelar sosialisasi PHBS di Madiun melalui program TEBAR untuk mengedukasi siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
UNAIR NEWS – Komitmen mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK). Kelompok mahasiswa BBK 8 UNAIR Desa Tempursari meluncurkan program kerja inovatif bertajuk "TEBAR" (Teman Belajar), yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak usia sekolah dasar melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan.
Program TEBAR lahir berdasarkan arahan Bupati Madiun yang menyampaikan bahwa tingkat rata-rata pendidikan di Kabupaten Madiun masih tergolong rendah. Beliau berharap mahasiswa BBK dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemberian motivasi dan pendampingan belajar.
Pada Kamis, 16 Juli 2026, program TEBAR menunjukkan aksi nyatanya melalui kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 02 Tempursari. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh 40 siswa kelas 2 hingga 6.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa BBK 8 UNAIR yang bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini kepada anak-anak sekolah dasar. Sebanyak 9 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini, dengan 4 orang di antaranya bertugas sebagai fasilitator yang mendampingi siswa selama sesi permainan berlangsung.
Kegiatan ini berlangsung di ruang perpustakaan sekolah. Para mahasiswa memanfaatkan proyektor untuk menampilkan materi PHBS dalam bentuk tayangan visual. Dengan tampilan yang menarik, para siswa terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi dari awal hingga akhir.
Salah satu kunci keberhasilan kegiatan ini terletak pada metode pendekatan yang digunakan. Mahasiswa BBK 8 UNAIR tidak memposisikan diri sebagai pengajar yang kaku, melainkan sebagai mentor dan kakak pendamping yang bersahabat. Dalam sesi penyampaian materi, terlihat jelas bagaimana interaksi hangat terbangun saat mahasiswa merangkul erat pundak para siswa di depan kelas, memberikan apresiasi langsung, dan membangun rasa percaya diri mereka untuk berani berbicara di hadapan teman-temannya.
Siswa yang awalnya terlihat malu-malu, perlahan mulai aktif berpartisipasi dan berani maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para fasilitator. Dukungan emosional yang diberikan oleh mahasiswa terbukti ampuh mencairkan suasana kekakuan yang biasanya melekat pada proses belajar-mengajar konvensional.
Dalam sosialisasi ini, para siswa diperkenalkan dengan empat topik utama PHBS. Pertama, siswa diajak memahami bahwa kuman ada di mana-mana dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, cacingan, flu, dan batuk. Kedua, mereka diajarkan 6 langkah cuci tangan yang benar beserta 5 waktu penting untuk melakukannya. Ketiga, siswa dikenalkan dengan konsep gizi seimbang serta makanan yang perlu dibatasi, seperti makanan terlalu manis, terlalu asin, dan berpengawet. Keempat, mereka mendapat pengetahuan tentang pertolongan pertama dan pengenalan alat P3K seperti plester, betadine, kapas, dan kain bersih.
Setelah sesi materi, kegiatan berlanjut dengan permainan kelompok di empat pos. Di pos "Isi Piringku", siswa menyusun gambar menu makanan sesuai gizi seimbang. Pos "Praktik Cuci Tangan" mengajak siswa menyusun kartu langkah cuci tangan lalu mempraktekkannya. Di pos "Bantu Aku Sembuh", siswa menjawab pertanyaan seputar pertolongan pertama untuk membantu fasilitator yang berpura-pura terluka. Pos terakhir "Hempaskan Kuman" menguji kerja sama tim, di mana satu siswa berperan sebagai antigen dengan mata tertutup berusaha menepuk "kuman" di sekelilingnya.
Kepala Sekolah SDN 02 Tempursari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa BBK 8 UNAIR. "Kami mengucapkan terima kasih yang sudah mengadakan kegiatan sosialisasi PHBS di sekolah kami. Semoga ilmu yang diberikan hari ini bermanfaat dan dapat dipraktikkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Annisa Nuzulla, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. "Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa mempraktekkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah," ujarnya. Syahdan Aditya, selaku koordinator kegiatan, juga menambahkan, "Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Semoga pengetahuan yang mereka dapatkan bisa menjadi bekal untuk hidup lebih sehat kedepannya."
Kegiatan ini mendukung SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui program TEBAR, diharapkan tidak hanya menjadi pemantik semangat sesaat selama masa BBK berlangsung. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam dan metode belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak agar mereka terus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif dari awal hingga akhir, meninggalkan senyum dan semangat baru bagi seluruh siswa.
#SDG4 #QualityEducation #SDGsUNAIR