Detail Artikel

Dari Kampus ke Ladang, Mahasiswa BBK UNAIR Belajar Panen Singkong Bersama Petani

NAJWA SETYOWATI (Mahasiswa) Dipublikasikan 20 July 2026
Dari Kampus ke Ladang, Mahasiswa BBK UNAIR Belajar Panen Singkong Bersama Petani

Mahasiswa BBK UNAIR belajar panen singkong dan inovasi alat panen bersama petani Desa Winong.

Bangku kuliah bukan satu-satunya tempat belajar bagi mahasiswa. Melalui Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (BBK), mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) juga memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan panen singkong bersama petani di Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa BBK-8 UNAIR untuk mengenal lebih dekat kehidupan petani sekaligus memahami proses budidaya hingga panen singkong yang menjadi salah satu komoditas pertanian di Desa Winong. Didampingi Ketua Kelompok Tani Desa Winong, Parjianto, mahasiswa diajak turun langsung ke lahan pertanian untuk mengikuti proses panen serta berdiskusi mengenai budidaya singkong.

Selama kegiatan berlangsung, Parjianto menjelaskan berbagai jenis singkong yang dibudidayakan oleh petani di Desa Winong. Beliau mengatakan singkong yang dipanen bersama mahasiswa merupakan jenis singkong yang dapat langsung diolah menjadi berbagai makanan, seperti singkong goreng, rebus, dan keripik singkong . Sementara itu, terdapat jenis singkong lain yang memerlukan proses pengolahan lebih panjang sebelum dikonsumsi, contohnya menjadi gaplek dan tiwul.

Selain berbagi pengetahuan mengenai jenis-jenis singkong, Parjianto juga memperkenalkan alat alternatif hasil inovasinya yang digunakan untuk mempermudah proses panen. Alat sederhana tersebut dirancang berdasarkan pengalaman bertani agar proses mencabut singkong dari dalam tanah menjadi lebih mudah dan tidak membutuhkan tenaga yang terlalu besar.

Alat ini saya buat supaya proses panen lebih ringan. Jadi, singkong lebih mudah dicabut sehingga tenaga yang dikeluarkan petani juga berkurang," jelas Parjianto saat mendemonstrasikan penggunaan alat kepada mahasiswa.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Selain mempraktikkan secara langsung proses panen singkong, mereka juga memperoleh wawasan mengenai inovasi yang lahir dari pengalaman dan kebutuhan petani di lapangan.

Ketua Kelompok BBK-8 Desa Winong, Muhammad Abdillah mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai kehidupan petani sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap sektor pertanian.

Kami tidak hanya belajar cara memanen singkong, tetapi juga memperoleh banyak pengetahuan dari Pak Parjianto mengenai jenis-jenis singkong, pupuk yang digunakan, dan inovasi alat panen yang beliau ciptakan. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami bahwa banyak inovasi lahir dari pengalaman masyarakat dalam menjawab kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK-8 UNAIR diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman selama pelaksanaan KKN, tetapi juga semakin menghargai peran petani sebagai penyedia pangan bagi masyarakat. Interaksi langsung dengan warga menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian, memperluas wawasan, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2, Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan apresiasi terhadap sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs poin ke-17, Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam proses pembelajaran di lapangan.

#SDG2 #ZeroHunger #SDG17 #PartnershipsForTheGoals #SDGsUNAIR